Tugas studi Islam Kana faizatun nisa
Nama : Kana Faizatun Nisa
Nim : 204104010049
Prodi : IAT 2
RUANG LINGKUP SEJARAH ISLAM, KARAKTERISTIK SEJARAH ISLAM (MASA SEBELUM ISLAM, KLASIK, PERTENGAHAN, DAN MODERN)
A. Pengertian sejarah
Sejarah dalam Bahasa Inggris disebut “history”. Secara etimologis, kata ini berasal dari Bahasa Yunani, historia, yang berarti inkuiri (inquiry), wawancara (interview), interogasi dari seorang saksi mata, termasuk laporan mengenai hasil hasil dari tindakan
Kata sejarah dalam bahasa arab disebut tarik dan siroh. Dari segi bahasa, al tarikh berarti ketentuan masa atau waktu, sedang dalam ilmu “tarikh” yaitu ilmu yang membahas peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian masa atau tempat terjadinya peristiwa, dan sebab-sebab terjadinya peristiwa tersebut.
B. Ruang lingkup sejarah islam
Menurut R.G. Collingwood, studi sejarah adalah mengenai tindakan tindakan manusia pada masa lalu. J. Huizinga menganggap, sejarah sebagai bentuk intelektual di mana suatu peradaban menceritakan dirinya sendiri mengenai masa lalunya. Sementara Raymond Aron membuat defenisi sejarah sebagai suatu kajian tentang masa lalu manusia. Senada dengan itu adalah pendapat E. Bernheim yang menyatakan bahwa, sejarah adalah suatu ilmu mengenai perkembangan kemanusiaan.
Pengertian dan ruang lingkup sejarah disarikan dari Kuntowijoyo (1995:7-16) sebagai berikut ;
1. Sejarah itu bukan mitos.
2. Sejarah bukan filsafat.
3. Sejarah itu bukan ilmu alam.
4. Sejarah itu bukan sastra.
Selain pengertian dan ruang lingkup sejarah secara negatif, Kuntowijoyo juga memberikan pengertian dan ruang lingkup sejarah secara positif, Diantaranya adalah:
1. Sejarah itu ilmu tentang manusia.
2. Sejarah itu ilmu tentang waktu
3. Sejarah itu ilmu tentang sesuatu yang mempunyai makna sosial.
4. Sejarah itu ilmu tentang sesuatu yang tertentu, satu- satunya dan terinci.
C. Periodisasi sejarah islam
Secara garis besar, Harun Nasution membagi sejarah perkembangan pemikiran dalam Islam ke dalam tiga priode besar: Klasik (650 – 1250 M), pertengahan (1250 – 1800 M) dan Moderen (1800 – sekarang).
1. Masa Sebelum Islam
Masyarakat pra islam merupakan masyarakat yang memiliki bermacam macam agama, adat istiadat, akhlak, dan peraturan hidup. Perbedaan hukum dan peraturan antara islam yang diturunkan untuk mengatur segala aspek kehidupan manusia dengan agama lain yang telah dianut masyarakat arab pra islam menimbulkan banyak pelawanan Ada 2 kekaisaran adidaya sebelum diturunkannya pertama kali kesempurnaan islam digua hiro’ kepada rosulullah SAW yaitu kaisar romawi dan Persia sejak abad ke 6 laut mediterania telah menjadi tempat persilangan perebutan pengaruh dan budaya etnis dan agama.
2. Periode klasik
Sejarah telah mencatat, bahwa kehadiran Islam di dunia ini, tepatnya pada awal abad ke 7 M, tahun pertama-nya (hijrah rasul dari Makkah ke Madinah) adalah tahun 622 M; mengalami ekspansi ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara dan Spanyol pada akhir itu Juga.
Ciri khas Wahyu Islam dan keyakinannya, bahwa disatu sisi ia mengungkapkan otoritas kebenaran yang mengandung unsur dogmatis, tetapi dilainsisi ia bersifat akomodatif (terbuka terhadap hal luar yang dianggap positif).
Dalam mempelajari pemikiran tersebut, umat Islam mengambil unsur dari masing-masingnya, paling banyak dari Yunani, juga dari Romawi, Persia, India dan Cina. Mereka menggabungkan pemikiran tersebut ke dalam korpus baru, yang kemudian tumbuh abad demi abad dan menjadi bagian peradaban Islam, yang diintegrasikan dari wahyu sendiri.
Apabila kita telusuri sejarah pemikiran dan peradaban Islam, kita akan melihat bagaimana umat Islam yang diilhami oleh ajaran Alquran dan dipengaruhi oleh terjemahan naskah-naskah Yunani mengenai ilmu pengetahuan dan filsafat, bangkit dan mencapai tingkat-tingkat kemajuan yang tertinggi.
Pemikir Islam yang telah berjasa dalam mewarnai corak kejayaan ilmu pengetahuan dan filsafat di zaman klasik di antaranya:
1.pemuka-pemuka Mu’tazilah
2.Al-kindi
3.Al-Farabi
4.Ibnu Sina
5.Ibnu Rusyd
6. Ibnu Maskawaih
7.Ibnu Hasyira
8.Ibnu Hayyan
9.Al- Khawarismi
10.Al Mas’udi dan Al-Razi.
Diinformasikan pula bahwa para pemikir Islam tersebut di bawah lindungan khalifah. Khususnya pada zaman Abbasyiah. Ketika al-Makmun mendirikan Bait Al-Hikmah yang termahsyur di Bagdad, merupakan kecintaan khalifah terhadap ilmu pengetahuan dan filsafat. Muhammad Iqbal menyebutkan bahwa karena dilindungi oleh khalifah-khalifah awal Abbasyi, ilmu pengetahuan dan filsafat terus berkembang di pusat-pusat intelektual dunia Islam sampai padaparohp pertamaabed ke-9.
3. Periode pertengahan
Setelah Peradaban Islam mencapai puncak keemasan pada priode klasik, maka periode pertengahan, pemikiran dan peradaban Islam mengalami desentralisasi dan desintegrasi. C.A. Qadir menginformasikan, penyebab pertama kemunduran terjadi pada abad ke 12, ketika pertama kali Changis Khan, kemudian cucunya Hulugu Khan, muncul bagaikan meteor dan dalam waktu yang relatif singkat mendatangkan kehancuran ke seluruh dunia Islam, suatu peristiwa yang hampir tak ada taranya dalam sejarah manusia.
Penyerbuan bangsa Tartar benar-benar telah menutup babak priode kejayaan Islam dan mengawali suatu zaman kelesuan intelektual, kebekuan mental dan konservatisme yang kaku. Menurut Iqbal, seluruh masyarakat Islam sesudah penyerbuan bangsa mongol dan kehancuran yang mereka timbulkan, menjadi kacau balau. Salah satu penyebab kemunduran umat Islam, menurut Sardar adalah munculnya taklid sebagai suatu sikap penerimaan mutlak.
4. Periode modern
Kemunduran dalam bidang pemikiran dan peradaban dimulai segera setelah berakhirnya priode kejayaan Islam terus berlangsung, dan di dunia Islam mendapatkan diri-nya di ujung Jalan kemunduran progresif yang panjang. Umat Islam menyadari dirinya berada dalam keterbelakangan. Sehingga pada abad ke-19 muncul pemikir-pemikir Islam yang ingin mengantisipasi keterbelakangan tersebut.
Majid Fakhry mencatat, pemikir utama kaum moderenis sejati, yaitu Jamaluddin al-Afghani,13 kemudian menyusul Muhammad Abduh, Sayyed Ahmad Khan, Ameer Ali dan Muhammad Iqbal. Periode moderen merupakan zaman kesadaran umat Islam akanketerbelakangnya. Jatuhnya Mesir ke tangan Barat, mengisyaratkan umat Islam, bahwa di Barat telah timbul peradaban baru yang lebih tinggi dan merupakan ancaman bagi Islam.
Di zaman kontemporer, tampak semakin nyata bermunculan pemikir Islam yang memiliki corak tersendiri. Yang perlu dicatat di antaranya: AbdusSalam dengan obsesinya, terciptanya persemakmuran sains di antara negara -negara Muslim. Selanjutnya khursid Ahmad, Syed Nawad Haider Naqvi dan Muhammad Nejatullah Siddiquedi bidang Ekonomi. Bahkan beberapa penulis di antaranya telah maju selangkah dengan membahas dari sudut pandang Islam temuan-temuan mutakhir sains Islam. Dari kelompok ini bisa dicatat nama, Munawwar Ahmad Anees, Parves Mansoor,Gulzar Haider, Heryll Werille dan Wyn Davis.
Komentar
Posting Komentar