Tugas studi islam Kana Faizatun Nisa
Nama : Kana Faizatun Nisa
Nim : 204104010049
Prodi : ilmu Al-Qur'an dan tafsir 2
A. pengertian filsafat
Menurut bahasa kata kata filsafat di ucapkan "Falsafah" dalam bahasa arab, dan berasal dari bahasa yunani "philosophia" yang berarti cinta kepada pengetahuan dan terdiri dari dua kata yaitu philos yang berarti cinta dan shopia yang berarti pengetahuan.
Menurut istilah filsafat diartikan sebagai upaya manusia untuk memahami secara radikal dan integral serta sistematis mengenai tuhan, alam semesta dan juga manusia sehingga dapat menghasilkan sebuah pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan tersebut.
B. Sejarah Lahirnya Filsafat
Sejarah lahirnya filsafat islam merupakan suatu tindakan yang sangat penting. Tujuannya untuk mencari bukti-bukti yang valid seputar persoalan sejarah pemikiran umat islam pada umumnya. Secara historis, tarik menarik kepentingan bahwa filsafat itu murni atau tidak murni dari islam adalah fakta yang tidak bisa dihindari. Pemikiran filsafat masuk ke dalam Islam melalui filsafat Yunani yang dijumpai kaum Muslimin pada abad ke-8 M atau abad ke-2 H di Suriah, Mesopotamia, Persia dan Mesir.
Tokoh tokoh yang terkenal diantaranya;
1. Sokrates
2. Plato
3. Aristoteles
Yang mana ditangan mereka filsafat tidak hanya membicarakan kosmosentris (pemikiran yang terpusat pada alam) namun pengetahuan tentang keyakinan agama dan ketuhanan mulai dibicarakan.
C. Model - model Penelitian Filsafat
Model- model penelitian filsafat islam berdasarkan tokohnya;
1. Model M. Amin abdullah
Dalam rangka penulisan disertainya, M. Amin Abdullah mengambil bidang penelitiannya pada masalah Filsafat Islam. Hasil penelitiannya ia tuangkan dalam bukunya berjudul the Idea of University Ethical Norm In Ghazali and Kant. Dilihat dari segi judulnya, penelitian ini mengambil metode penelitian kepustakaan yang bercorak deskriptif, yaitu penelitian yang mengambil bahan-bahan kajiannya pada berbagai sumber baik yang ditulis oleh tokoh yang diteliti itu sendiri (sumber primer), maupun sumber yang ditulis orang lain mengetahui tokoh yang ditelitinya itu (sumber sekunder). Bahan-bahan tersebut selanjutnya diteliti keotentikannya secara seksama.
2. Model Otto Horrassuwitz, Majid Fakhry dan Harun Nasution
Dalam bukunya yang berjudul History of Muslim Philosophy, riwayat hidup, serta karya tulis dari beberapa tokoh filsafat seperti Al-Kindi, Al-Razi, Al-Farabi, Ibn Miskawaih, Ibn Sina, Ibn Bajah, Ibn Tufail, Ibn Rusyd, dan Nasir Al-Din Al-Tusi. Dengan demikian jelas terlihat bahwa penelitiannya termasuk penelitian kualitatif. Sumbernya kajian pustaka. Metode deskriptif analitis, sedangkan pendekatannya historis dan tokoh. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Majid Fakhry dalam bukunya yang berjudul A History of Islamic Philoshopy. Penelitiannya selain menggunakan pendekatan historis juga menggunakan pendekatan kawasan, bahkan substansi. Harun Nasution juga menggunakan pendekatan tokoh dan pendekatan historis. Bentuk penelitiannya deskriptif dengan menggunakan bahan-bahan bacaan. Penelitiannya bersifat kualitatif.
3. Model Ahmad Fuad Al-Ahwani
Ahmad Fuad Al-Ahwani adalah seorang pemikir modern dari Mesir. Dalam bukunya yang berjudul Filsafat Islam, ia menyajikan sekitar problem filsafat islam, tentang zaman penerjemahan, dan filsafat yang berkembang di Masyriqi dan Maghribi berikut karya, jasa, dan pemikiran tokoh-tokohnya. Metode penelitian yang ditempuh adalah penilitian kepustakaan. Sifat dan coraknya adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sedangkan pendekatannya adalah pendekatan yang bersifat campuran, yakni pendekatan historis, pendekatan kawasan dan tokoh.
Tokoh filosof Islam yang terkenal di dunia sangatlah banyak, namun beberapa tokoh yang sudah banyak dikenal antara lain :
1. AL-KINDI
Falsafat baginya adalah pengetahuan tentang yang benar. Tuhan dalam falsafatnya tidak mempunyai hakikat dalam arti aniyah maupun hamiyah. Tidak aniyahkarena Tuhan tidak masuk dalam benda-benda yang ada dalam alam. Tidak hamiyah karena Tuhan tidak merupakan genus atau species. Sesuai paham dalam islam, Tuhan bagi Al-Kindi adalah pencipta dan bukan penggerak pertama sebagaiman pendapat Aristoteles.
2. AL-RAZI
Seorang rasionalis yang hanya percaya pada kekuatan akal dan tidak percaya pada wahyu dan perlunya Nabi-Nabi. Ia berkeyakinan bahwa akal manusia kuat untuk mengetahui yang baik dan yang buruk, untuk tahu pada Tuhan dan mengatur hidup manusia di dunia ini.
3. AL-FARABI
Berkeyakinan bahwa falsafat tak boleh dibocorkan dan sampai ke tangan orang awam. Oleh karena itu, para filosof harus menuliskan pendapat-pendapat dalam gaya bahasa yang gelap agar jangan diketahui oleh sembarang orang. Ia mengatakan bahwa agama dan filsafat tidak bertentangan, keduanya sama-sama membawa kepada kebenaran.
4. IBN THUFAIL
Menurutnya, filsafat dan agama adalah selaras, bahkan merupakan gambaran dari hakikat yang satu. Yang dimaksudkan agama disini adalah bagin dan syariat. Dia juga menyadari adanya perbedaan tingkat akal antar sesama manusia.
5. IBN RUSYD
Sebagai filsuf besar, juga memikirkan, membahas dan memecahkan masalah-masalah yang pernah dipikirkan oleh filsuf-filsuf sebelumnya. Ia tidak menerima begitu saja pikiran-pikiran mereka, tetapi mereka menerima yang setuju dan menolak yang sebaliknya.
6. NASHIRUDDIN THUSI
Filsafat pertama meliputi alam semesta dan hal-hal yang berhubungan dengan alam semesta. Termasuk dalam hal ini pengetahuan tentang ketunggalan dan kemajemukan, kepastian dan kemungkinan, esensi dan eksistensi, kekekalan dan tidak kekalan. Bagi dia Tuhan tidak perlu dibuktikan secara logis. Eksistensi Tuhan harus diterima dan dianggap sebagai postulat, bukannya dibuktikan. Mustahil bagi manusia yang terbatas untuk memahami Tuhan didalam keseluruhan Nya termasuk membuktikan eksistensiNya.
7. SUHRAWARDI AL-MAQTUL
Menggunakan istilah atau lambang yang berbeda dari biasanya dipahami orang banyak. Seperti barzah, tidak berkaitan dengan persoalan kematian. Namun istilah terssebut adalah ungkapan pemisah antara dunia cahaya dengan dunia kegelapan. Timur dan Barat tidak berhubungan dengan letak geografisnya, tetapi berlandaskan pada penglihatan horizontal yang memanjang dari Timur dan Barat bukanlah falak bulan seperti dalam filsafat Aristotelian, tetapi ia adalah langit bintang-bintang tetap, atau penggerak yang tidak bergerak.
8. MULLA SHADRA
Mulla Shadra adalah seorang Filsuf Safawiyah yang terkemuka. Mulla Shadra lahir kira-kira tahun 980 H/1572 M dan meninggal pada tahun 1050 H/1640 M. Dia merupakan Filosof pertama yang membawa susunan dan keserasian lengkap ke dalam pembahasan-pembahasan mengenai masalah-masalah filsafat.
Karakter filsafat Mulla Shadra menekankan pada wujudiyah (eksistensialisme), yang mensistensikan kalam, irfan (tasawuf), dan falsafah dalam sebuah bingkai yang disebut sebagai teosofi transendental (hikmah muta’alliyah). Ia telah mengganti sejumlah konsep filsafat yang sebelumnya dianggap baku dan tidak bisa dibantah.
Komentar
Posting Komentar